id en

Emisi Gas Rumah Kaca

INALUM berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) di seluruh lini produksi aluminium, sejalan dengan target Net-Zero Emission 2050 dan mengacu pada ASI GHG Pathway.

Emisi Gas Rumah Kaca

INALUM Mendorong Penurunan Emisi dan Inovasi Lingkungan

Komitmen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan mencakup upaya mengurangi dampak emisi udara konvensional dan gas rumah kaca (GRK). Clean Development Mechanism (CDM) atau Mekanisme Pengembangan Bersih adalah salah satu mekanisme penurunan emisi GRK yang melibatkan negara maju dan negara berkembang. INALUM, sebagai salah satu industri di negara berkembang (Indonesia), terlibat secara sukarela dalam penerapannya.

Atas penerapan CDM tersebut, INALUM menerima penghargaan internasional terkait carbon credit dari LRQA pada 2012. Selain itu, berdasarkan LME Passport – Sustainability Disclosures 2022, INALUM (Persero) masuk dalam kategori range satu, yaitu 0–4 ton CO₂e per ton produk aluminium.

-

50+

Tahun beroperasi sebagai pelopor smelter aluminium di Indonesia
-

275.000

Ton kapasitas produksi aluminium per tahun

Target Emisi Gas Rumah Kaca Sejalan dengan Net-Zero Emission (NZE) 2050

Roadmap Dekarbonisasi

Untuk mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2050, INALUM telah menyusun sasaran penurunan emisi yang mengacu pada ASI GHG Pathway.

Roadmap Net-Zero Emission

7,11

Ton CO₂e/ton Al, baseline 2024

16,90%

Target penurunan intensitas emisi Scope 1, 2, dan 3 pada 2030 terhadap baseline 2024

87,30%

Target penurunan intensitas emisi Scope 1, 2, dan 3 pada 2050 terhadap baseline 2024
-

Pencapaian Intensitas Emisi Historis dan Tahun Berjalan

Pada 2021, INALUM mengimplementasikan program unggulan penurunan beban emisi, yaitu penggunaan bahan bakar LNG sebagai pengganti LPG. Program inovasi ini didasarkan pada kajian Life Cycle Assessment (LCA) oleh pihak independen untuk mengurangi dampak potensi pemanasan global (Global Warming Potential/GWP) dari emisi yang dihasilkan.

Berdasarkan Best Practice 2017–2020 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, inovasi ini belum pernah diterapkan sebelumnya di sektor pengolahan logam, dan INALUM menjadi yang pertama menerapkannya di Indonesia.

Unduh PDF Pencapaian Penurunan Emisi