K3 di INALUM | Budaya Keselamatan Kerja yang Berkelanjutan
INALUM mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja lewat penerapan standar K3 yang konsisten demi lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Keselamatan dan Kesejahteraan Pekerja sebagai Bagian dari Operational Excellence
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) menempatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta kesejahteraan sumber daya manusia/pekerja sebagai bagian integral dari Operational Excellence dalam aspek keberlanjutan. Bagi INALUM, keunggulan operasional tidak hanya tercermin dari kualitas, produktivitas, dan keandalan proses, tetapi juga dari komitmen manajemen untuk memastikan setiap aktivitas pekerja dan mitra kerja dilaksanakan secara aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Membangun Budaya Keselamatan secara Berkelanjutan
Sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), penerapan K3 diarahkan untuk melindungi pekerja dan mitra kerja, mengendalikan risiko operasional, mencegah insiden, serta memperkuat budaya keselamatan di seluruh proses bisnis. Pendekatan ini didukung oleh penerapan sistem manajemen K3, kepatuhan terhadap peraturan dan standar yang berlaku, peningkatan kompetensi dan kesiapsiagaan dalam kondisi darurat, keterlibatan aktif pekerja, serta pemanfaatan teknologi, termasuk aplikasi K3 berbasis Artificial Intelligence (AI), dalam operasional sehari-hari.
Budaya K3 dijalankan secara menyeluruh melalui sistem informasi K3 terpadu yang mencakup pelaporan dan tindak lanjut temuan patroli K3, safety observation (temuan K3 oleh seluruh pegawai), identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko, operational risk assessment, program olahraga bersama 150 menit per minggu COG (Come on Guys Olahraga), pengujian dan pemeriksaan berkala peralatan industri, Sistem Izin Kerja Aman, serta program K3 lainnya.
iPolis
SOR dan Near Miss
COG Olarahga
Uji Riksa Peralatan Operasi
Melalui budaya keselamatan yang proaktif, Perusahaan terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, andal, dan produktif, sehingga K3 tidak sekadar kewajiban, tetapi nilai yang dijalankan secara sukarela melalui berbagai program K3. Pemantauan dan evaluasi indikator leading dan lagging K3 dilakukan secara terdesentralisasi oleh setiap kelompok kerja/grup Central Safety Committee (CSC), kemudian dievaluasi secara menyeluruh dan berkala oleh Manajemen melalui P2K3 agar pemenuhannya berlangsung berkelanjutan.
Menanamkan Pengendalian Bahaya dan Risiko secara Mendasar
Aturan dasar Perusahaan dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta kewajiban pengendalian bahaya dan risiko memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan aman, andal, dan berkelanjutan. Penerapan SMK3 tidak hanya untuk memenuhi kepatuhan, tetapi juga untuk memperkuat pencegahan insiden, pengendalian risiko, keterlibatan pekerja, dan budaya keselamatan di seluruh lapisan pekerja, termasuk pengelolaan mitra kerja yang diatur dalam ICMESH (Inalum Contractor Management Environmental Safety and Health).
Sebagai wujud komitmen terhadap zero fatality (nihil kecelakaan) pada pengelolaan risiko tinggi dan kritis, Perusahaan mengintegrasikan Golden Rules ke dalam SMK3 sebagai prinsip utama pengendalian aktivitas berisiko tinggi. Penerapannya mencakup Safety Driving, Confined Space, Working at Height, Electrical Safety & LOTOTO, Lifting & Rigging, Pressure Gas, Water Safety, Hot Work, Molten Metal/High Temperature Safety, dan Mobile Equipment.
Stop to Fix
Untuk mengendalikan risiko kritis dan mencegah insiden, Perusahaan menerapkan Stop Work Authority melalui STOP TO FIX. Setiap orang berhak menghentikan pekerjaan apabila menemukan tindakan atau kondisi tidak aman yang berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja atau melanggar prosedur yang berlaku. Selanjutnya, pengawas bersama risk owner berdiskusi untuk menilai situasi dan melakukan perbaikan yang diperlukan.
5R: Membangun Tempat Kerja yang Aman, Efisien, dan Berkelanjutan
Perusahaan menerapkan budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) sebagai bagian dari penguatan Operational Excellence untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Perusahaan menerapkan budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) sebagai bagian dari penguatan Operational Excellence untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Penerapan 5R mendorong setiap pekerja menjaga keteraturan area kerja, mengidentifikasi potensi bahaya dan kondisi abnormal sejak dini, mengurangi pemborosan, serta menggunakan sumber daya secara lebih efektif. Lebih dari sekadar menjaga kebersihan dan kerapian, 5R membangun disiplin, kepedulian, dan rasa tanggung jawab bersama terhadap keselamatan dan lingkungan.
Melalui penerapan yang konsisten dan keterlibatan seluruh pekerja, budaya 5R mendukung pencegahan insiden, peningkatan efisiensi operasional, pengurangan limbah, dan optimalisasi sumber daya. Dengan demikian, 5R menjadi salah satu fondasi Perusahaan dalam mengintegrasikan keselamatan, keunggulan operasional, dan prinsip keberlanjutan ke dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Melalui implementasi yang konsisten dan keterlibatan seluruh pekerja, budaya 5R turut mendukung pencegahan insiden, peningkatan efisiensi operasional, pengurangan limbah, dan optimalisasi sumber daya. Dengan demikian, 5R menjadi salah satu fondasi Perusahaan dalam mengintegrasikan keselamatan, keunggulan operasional, dan prinsip keberlanjutan ke dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Kesiapsiagaan dan Kompetensi Menghadapi Kondisi Darurat
Perusahaan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat dan risiko kebakaran melalui pengembangan kompetensi, pelatihan, simulasi, serta peningkatan kesadaran seluruh pekerja dan mitra kerja secara berkelanjutan.
Program kesiapsiagaan dilaksanakan melalui pelatihan tanggap darurat, lomba pemadaman kebakaran, sosialisasi penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), evakuasi, pertolongan pertama, serta simulasi keadaan darurat (emergency drill). Kegiatan ini bertujuan memastikan setiap pekerja memahami potensi kondisi darurat, prosedur pelaporan, jalur dan titik evakuasi, serta tindakan yang tepat saat menghadapi situasi darurat.
Kompetensi Tim Tanggap Darurat (Emergency Response Team) juga terus dikembangkan melalui pelatihan dan simulasi berbasis skenario untuk meningkatkan koordinasi, kecepatan respons, komunikasi, penyelamatan, dan pengendalian kondisi darurat.
Memprioritaskan Kesejahteraan Pekerja melalui Langkah K3 yang Komprehensif
Keselamatan dan kesehatan kerja bagi karyawan, kontraktor, dan semua orang di lingkungan perusahaan adalah prioritas kami. Melalui seluruh seksi/unit kerja dan kontraktor, INALUM secara proaktif dan berkesinambungan mengidentifikasi bahaya dan mengendalikan risiko sesuai hierarki pengendalian risiko K3.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, INALUM telah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 serta standar internasional ISO 45001:2018.
SMK3 Emas
2021
ISO 45001
2022
Award Safety
2023
Informasi Lainnya
-
Kebijakan Mutu, K3, dan Pengamanan INALUM (Persero)
Komitmen Perusahaan terhadap mutu, keselamatan dan kesehatan kerja, serta pengamanan.
-
Info K3
Kinerja dan laporan K3.
-
Laporan Keberlanjutan
Laporan kinerja keberlanjutan INALUM.
-
ICMESH – Contractor Safety Management System
Sistem manajemen keselamatan, kesehatan, dan lingkungan bagi kontraktor INALUM.